Home Gaya Hidup Sosialisasi, Sosialisasi dan Sosialisasi
Sosialisasi, Sosialisasi dan Sosialisasi PDF Cetak Email
Ditulis oleh frans   
Rabu, 28 Oktober 2009 19:23

Siapa yang tak ingin kaya raya?  Hanya hewan sajalah sekiranya yang tidak punya naluri untuk menjadi kaya raya. Lalu bagaimana agar bisa menjadi kaya raya dengan memanfaatkan pasar modal, tentunya perlu berkiprah di Bursa Efek yang ada. Kalau di Indonesia sudah bisa dipastikan adalah di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 



Sayangnya, di Indonesia ini pasar modal dapat dikatakan belum sepenuhnya sebagaimana pasar adanya yang dikunjungi banyak orang. Jadi tidak mungkin akan banyak orang yang menjadi kaya alias sejahtera karena memang belum bermain di Pasar Modal. Mengapa mal-mal begitu digandrungi untuk dikunjungi? Sementara Pasar Modal dapat dikatakan hanya didatangi segelintir pemodal saja.

Boro-boro si Upik dan Buyung bisa kaya dari pasar modal. Ditanya Bursa Efek itu apa? Dia tak tahu. Apalagi yang namanya lika-liku bermain saham di lantai Bursa. Dapat dipastikan minimnya sosialisasi yang telah dilakukan BEI hasil penggabungan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Memang telah banyak yang dilakukan. Namun menjadi pertanyaan sejauhmana efektivitas sosialisasi yang telah dilakukan. Bisa jadi sosialisasi apa yang telah dilakukan tidak tepat sasaran atau tidak menyentuh nurani bahwa pasar modal itu sangat dibutuhkan oleh setiap orang.

Pasar modal Modal di China saat ini bisa berkembang pesat itu karena aktif keterlibatan masyarakatnya. Pasar modal China berkembang dengan kinerja tinggi. Tingginya keterlibatan masyarakat dalam pasar modal China memberikan kontribusi peningkatan ekonomi sektor riil. Hasilnya, melalui efek berantai (multiplier effect) ini yang dilakukan sejumlah besar individu dan institusi yang memperoleh benefit dari transaksi di bursa.

Berkembangnya pesatnya pasar modal China terjadi karena banyaknya jumlah investor, baik institusi maupun individu. Perkembangan jumlah investor distimulasi oleh meningkatnya harga sekuritas yang memberi harapan kenaikan tingkat hasil yang dapat diharapkan. Menariknya, seperti disampaikan Lin Che Wei kini, Pengamat Pasar Modal,  terdapat sekitar 95 juta rekening yang terlibat dalam aktivitas pasar modal Shanghai dan Shenzen. Lebih dari 30 juta di antaranya milik investor individu. Angka ini cukup tinggi dibandingkan dengan hanya sekitar 40 persen dari 1,3 miliar total penduduk yang tinggal di perkotaan dan mempunyai akses ke pasar modal.

Transaksi pasar modalnya dilakukan di tiga pasar, yaitu pasar modal Shanghai, Shenzhen, dan Hongkong. Shanghai dan Shenzhen didirikan tahun 1990-an sehingga dapat dikatakan relatif muda. Pasar modal China dikembangkan dengan konsep dinamis agar dapat menyerap berbagai kepentingan ekonomi. Pasar modal China mengizinkan emiten menerbitkan sekuritas dalam mata uang berbeda, yaitu yuan China, dollar AS, dan dollar Hongkong. Transaksi harian di pasar modal China cukup tinggi Dan sudah jadi pilihan investasi bagi masyarakatnya.

Patokan (benchmark) yang dapat diambil dari perkembangan pasar modal China adalah adanya strategi terintegrasi yang melibatkan berbagai bidang pemerintahan, akses ke pasar modal yang mudah dan luas, juga pendidikan pasar modal yang mencakup banyak lapisan masyarakat di kedua sisi, permintaan dan penawaran yang diharapkan mendukung pertumbuhan sektor riil.

Alhasil, dari majunya pasar modal China tentu berpengaruh dengan tingkat kehidupan masyarakatnya. Industri sektor riil berjalan begitu pesat, ekspor terus melambung. Orang-orang kaya baru cukup banyak dijumpai. Itu dapat dilihat dari wisatawan China yang datang ke belahan dunia lain untuk menikmati hasil yang dicapainya.

Lalu bagaimana dengan pasar Indonesia? Kalau komitmen Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II yang katanya ingin membangkitkan sektor riil, tidak ada pilihan lain mari kembangkan pasar modal Indonesia.  Pasar modal Indonesia dapat diharapkan menjadi katalisator dan memberi kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi sektor riil. Namun, pasar modal tidak dapat berdiri sendiri sebagai pasar yang eksklusif dalam suatu sistem perekonomian. Pasar modal membutuhkan lingkungan yang mendukung karena merupakan bagian yang terintegrasi dari seluruh pasar dalam perekonomian.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas meminta komitmen para pelaku pasar modal untuk menjadikan pasar modal sebagai alat kesejahteraan rakyat. Hal itu dikatakan SBY saat memberikan pidato kenegaraan pembukaan perdagangan pasar modal perdana pada 2008 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Presiden mengatakan bahwa pasar modal yakni BEI adalah kebutuhan perekonomian nasional dan diharapkan dapat menggerakan sektor riil.

Imbauan orang nomor satu ini seharusnya ditindaklanjuti. Pasar modal sebagai alat kesejahteraan rakyat harus bisa diwujudkan. Jangan-jangan “Jauh Panggang dari Api.”  Yang pasti gaung pasar modal sebagai kebutuhan masyarakat sampai saat ini belum dirasakan khalayak banyak. Masih banyak Buyung dan Upik yang belum tersentuh hingar-bingar gemerlapnya keuntungan di pasar modal. Atau jangan-jangan pasar modal hanya milik pemodal besar? Tugas BEI untuk menjelaskan ini. Jika tidak masyarakat akan semakin sungkan bahkan minder untuk datang ke BEI apalagi untuk berinvestasi. Sosialisasi harus benar-benar mendarat di hati masyarakat.

Tidak tinggal diam berpangku tangan. Selama tahun 2009, BEI telah melakukan roadshow di  7 kota, yaitu di kota Pekalongan, Cirebon, Manado, Balikpapan, Samarinda, Pekanbaru dan Medan. Selain itu, BEI bekerjasama dengan DJPU Departemen Keuangan juga melakukan kegiatan Pre-Marketing ORI006 di 12 kota, yaitu Cirebon, Kediri, Lampung, Jambi, Pekanbaru, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Batam,  Balikpapan, Solo dan Yogyakarta.

Dalam melakukan sosialisasi, BEI menggandeng berbagai pihak seperti Anggota Bursa, asosiasi profesi, organisasi kemasyarakatan, perbankan, pemerintah daerah,  media, dan lain-lain. Adapun program-program sosialisasi yang dilakukan adalah berupa kegiatan Business Meeting, Forum Calon Investor, Forum Investor dan workshop wartawan.

Berbagai hal dilakukan BEI demi mencapai angan. Di tahun 2009 ini, beberapa Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) baru dipersiapkan. Saat ini PIPM akan berada di 12 kota di Indonesia yaitu di Riau, Balikpapan, Manado, Makassar, Pekalongan, Padang, Jember, Pontianak, Yogyakarta, Cirebon, Lampung dan Samarinda. BEI bersama KPEI, KSEI dan Danareksa juga menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal yang secara rutin memberikan pendidikan Pasar Modal secara gratis kepada masyarakat setiap hari Rabu bertempat di Gallery Bursa Efek Indonesia. Secara keseluruhan  Sekolah Pasar Modal tersebut memiliki 3 (tiga) macam program yaitu Basic, Intermediate dan Advance.

Tidak hanya itu BEI telah mendirikan 5 (lima) Pojok BEI di berbagai  universitas, diantaranya Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta, Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) Jakarta, UPN ”Veteran” Jakarta, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.  Jumlah Pojok BEI hingga saat ini mencapai 57 Pojok BEI. Tujuan pendirian Pojok BEI ini adalah untuk memperkenalkan Pasar  Modal ke dalam dunia akademika, tidak hanya dari sisi teori namun juga prakteknya.

Tidak hanya melakukan peningkatan jumlah Pojok BEI, BEI juga melakukan pengembangan bagi Pojok-Pojok BEI yang sudah ada, berupa: peningkatan bentuk Pojok BEI dari 2 in 1 menjadi 3 in 1, yaitu Pojok Universitas Diponegoro; perubahan alih kelola Pojok BEI , seperti perubahan alih kelola Pojok BEI - STIE Kesatuan Bogor dari PT Sarijaya Permana Sekuritas kepada PT Etrading Securities; dan juga pengembangan kualitas pengurus Pojok BEI berupa Edukasi Pasar Modal bagi Pengurus Pojok BEI yang telah dilakukan di UTY Yogyakarta dan direncanakan akan diadakan pula di kota-kota lain yang memiliki Pojok BEI cukup banyak dan potensi Universitas yang akan mendirikan Pojok.

Harapan BEI akan semakin memasyarakat sangat wajar dengan apa yang telah dilakukan BEI selama ini. Ada hasil yang diraih. Sepanjang bulan Januari hingga Juli 2009, BEI terus menerus berupaya menciptakan pasar yang semakin likuid, teratur, wajar dan efisien. Sepanjang periode tersebut, Bursa telah menunjukkan kinerja yang positif. IHSG terus mengalami kenaikan. Pada tanggal 31 Juli 2009, IHSG ditutup pada level 2.323,236 atau mengalami kenaikan  sebesar 71,40% dibandingkan pada penutupan di akhir tahun  2008 di level 1.355,408.  Nilai kapitalisasi pasar untuk saham akhir Juli 2009 sebesar Rp 1.824 triliun, naik 1,23% dibanding akhir Juli 2008 yaitu  Rp 1.802 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian periode Januari – Juli 2009 senilai Rp 3,84 triliun mengalami penurunan sebesar 28,99%  dibanding periode yang sama tahun 2008 yaitu senilai Rp 5,40 triliun,  sedangkan untuk rata-rata  frekuensi transaksi harian periode Januari – Juli 2009 mencapai 85.028 kali transaksi atau mengalami peningkatan sebesar 43,69% dibanding periode yang sama tahun 2008 yaitu sebanyak  59.173 kali transaksi. Volume transaksi harian mencapai 6,43 miliar saham atau naik  sebesar  93,78% dibanding periode yang sama di tahun 2008 yaitu  3,32 miliar saham.

IHSG saat ini terus naik dari level 1.100 dan  sempat mencapai level tertinggi di posisi 2.323,236 pada akhir Juli 2009. Demikian pula dengan nilai kapitalisasi pasar untuk saham di akhir Juli 2009 telah kembali mencapai nilai Rp 1.824 triliun.

Selama periode Januari – Juli 2009, aktifitas di pasar Obligasi Korporasi yang meliputi obligasi korporasi konvensional, syariah dan sukuk mencapai Rp. 21,30 triliun atau turun sebesar 38,2%  dibanding dengan periode yang sama di tahun 2008 yaitu Rp. 34,47 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 5.367 kali atau turun sebesar 27,09% dibandingkan periode yang sama di tahun 2008 sebesar 7.361 kali. Rata-rata transaksi harian mengalami penurunan dari Rp 239,36 miliar  per hari pada periode Januari – Juli tahun 2008 menjadi 150,02 miliar per hari pada periode yang sama tahun  2009 atau turun 37,32%.

Selama periode Januari – Juli 2009 terdapat 7 emiten baru di BEI, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk. (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk. (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk.(INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk. (GTBO), PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI) dan PT Katarina Utama Tbk. (RINA). Total dana yang berhasil dihimpun pada periode Januari - Juli 2009 adalah sebesar   Rp 6,99 triliun, yang terdiri dari  IPO Rp 0,77 triliun, Rights Rp 4,42 triliun dan Warrant Rp 1,79 triliun. BEI juga  telah melakukan delisting terhadap  2 (dua ) emiten  yaitu PT Jaka Inti Realtindo Tbk. (JAKA) dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX).  Direktur Utama BEI, Ito Warsito berharap hingga akhir tahun ini akan ada lagi tujuh emiten yang akan mencatatkan saham perdananya (IPO) di BEI. BEI menargetkan jumlah emiten saham baru (IPO) sebanyak 25 emiten, pencatatan saham tambahan (right issue dan saham bonus) sebanyak 35 emiten, emisi obligasi korporasi 34 emisi, dan obligasi negara (SUN) sebanyak 16 emisi.

Pasar modal harus menjadi tempat yang dirindukan pemodal. Jika rindu itu ada, bisa dibayangkan orang tidak akan sungkan lagi untuk berinvestasi. Orang akan mencintai pasar modal sebagai sarana berinvestasi yang menguntungkan. Tapi kalau tidak hati-hati bisa rugi juga.

Seperti pernah terjadi sekitar 20 broker diindikasikan gagal bayar dalam pembelian saham PT Agis Tbk. Tapi juga terdengar bahwa hasil survei Merrill Lynch Indonesia merupakan negara keempat yang paling banyak menciptakan orang-orang kaya baru (OKB) sepanjang 2006, setelah Singapura, India, dan Rusia. Ini karena bermain pasar modal.  Survei menyimpulkan juga umumnya orang-orang kaya adalah para investor yang bermain di pasar modal. Mereka lazimnya orang-orang yang tak begitu peduli pada ”krisis politik”, yang tak takut mencairkan deposito dan memindahkannya ke bursa efek.

Kasus saham Agis membuat investor rugi besar. Walau demikian ada juga beberapa orang yang menjadi kaya mendadak karena berhasil meraup untung puluhan miliar rupiah. Itulah ’warna’ pasar modal yang perlu diketahui oleh investor.  Sosialisasi harus benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya. BEI harus tahu betul produk apa yang perlu ditawarkan saat ini.

Intinya perlu ada survei ke masyarakat mencari tahu produk apa yang sekiranya dapat menarik minat masyarakat individu ataupun korporasi sehingga mau berkiprah di pasar modal. Mau kaya atau mau miskin silakan ke Pasar Modal. Sosialisasi tepat sasaran harus terus dilakukan. Dan jangan pernah berhenti atau merasa puas. BEI harus terus melakukan sosialisasi, sosialisasi dan sosialisasi.

Frans S. Pong,
Topsaham.com

 




 

 

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 10 November 2009 14:12 )
 

World Markets

Loading
Chart
o Hang Seng HK$24,961.56 ▲212.54 (0.86%)
o Dow jones 17,067.56 ▼30.89 (-0.18%)
o NASDAQ 4,598.19 ▲17.92 (0.39%)
o Shanghai CNĄ2,283.96 ▲17.91 (0.79%)
INDEXHANGSENG:HSI

Hang Seng

COMPANY_ID [INDEXHANGSENG:HSI] LAST_TRADEHK$24,961.56 TRADE_TIME10:02AM GMT+8 VALUE_CHANGE▲212.54 (0.86%)
INDEXDJX:.DJI

Dow jones

COMPANY_ID [INDEXDJX:.DJI] LAST_TRADE17,067.56 TRADE_TIME4:29PM EDT VALUE_CHANGE▼30.89 (-0.18%)
INDEXNASDAQ:.IXIC

NASDAQ

COMPANY_ID [INDEXNASDAQ:.IXIC] LAST_TRADE4,598.19 TRADE_TIME5:15PM EDT VALUE_CHANGE▲17.92 (0.39%)
SHA:000001

Shanghai

COMPANY_ID [SHA:000001] LAST_TRADECNĄ2,283.96 TRADE_TIME10:01AM GMT+8 VALUE_CHANGE▲17.91 (0.79%)
Nikkei 225 $15,784.48 ▲115.88 (0.74%)
TSEC NT$9,436.15 ▲36.43 (0.39%)
FTSE 100 Ł68.29 ▲3.86 (0.06%)
EURO STOXX 50 $3,180.29 ▲5.24 (0.17%)
CAC 40 €4,378.33 ▼1.40 (-0.03%)
S&P TSX CA$15,619.08 ▼6.65 (-0.04%)
S&P/ASX 200 A$5,666.00 ▲7.50 (0.13%)
BSE Sensex Rs.27,019.39 ▲151.84 (0.57%)
INDEXNIKKEI:NI225

Nikkei 225

COMPANY_ID [INDEXNIKKEI:NI225] LAST_TRADE$15,784.48 TRADE_TIME10:42AM GMT+9 VALUE_CHANGE▲115.88 (0.74%)
TPE:TAIEX

TSEC

COMPANY_ID [TPE:TAIEX] LAST_TRADENT$9,436.15 TRADE_TIME10:02AM GMT+8 VALUE_CHANGE▲36.43 (0.39%)
INDEXFTSE:UKX

FTSE 100

COMPANY_ID [INDEXFTSE:UKX] LAST_TRADEŁ68.29 TRADE_TIME4:35PM GMT+1 VALUE_CHANGE▲3.86 (0.06%)
INDEXDJSTOXX:SX5E

EURO STOXX 50

COMPANY_ID [INDEXDJSTOXX:SX5E] LAST_TRADE$3,180.29 TRADE_TIME8:00PM GMT+2 VALUE_CHANGE▲5.24 (0.17%)
INDEXEURO:PX1

CAC 40

COMPANY_ID [INDEXEURO:PX1] LAST_TRADE€4,378.33 TRADE_TIME6:05PM GMT+2 VALUE_CHANGE▼1.40 (-0.03%)
TSE:OSPTX

S&P TSX

COMPANY_ID [TSE:OSPTX] LAST_TRADECA$15,619.08 TRADE_TIME4:20PM EDT VALUE_CHANGE▼6.65 (-0.04%)
INDEXASX:XJO

S&P/ASX 200

COMPANY_ID [INDEXASX:XJO] LAST_TRADEA$5,666.00 TRADE_TIME12:02PM GMT+10 VALUE_CHANGE▲7.50 (0.13%)
INDEXBOM:SENSEX

BSE Sensex

COMPANY_ID [INDEXBOM:SENSEX] LAST_TRADERs.27,019.39 TRADE_TIME3:40PM GMT+5:30 VALUE_CHANGE▲151.84 (0.57%)